Keajaiban

Keajaiban
must being spirit

Selasa, 13 April 2010

aku rindu yesus

Malam ini, aku duduk di pelataran. Menantikan s'seorang yg dinamakan Tuhan...
Teringat ceritaku yg mendesak jiwa.. Ringkihnya diri ini tak kuat tuk menolak segala pribadi. S'sekali ku bercanda tawa dgn-Nya. Kami berdua msh sibuk dgn pkiran masing-masing, yg mmbuat kita brgumul dengan angan-angan yg pasti! Kita mempunyai sejuta rahasia yg dirasa tak ada org lain yg tau.. Kadang ku bercerita anganku kepada-Nya. Kadang juga, Dia menceritkan angan-Nya kpadaku..,di waktu Dia memberiku sebuah teka-teki yg harus ku pecahkan,
Aku... Sang Durjana yg tak luput dari noda hitam di diri yg rintih ini,, menembus rasa perih yg tak terkira. Aku sungguh salut dgn angan-Nya,, kita saling menjaga rahasia ini.. SeseKali aku dibuatnya bingung dgn segala teka-teki spektakuler itu.

Ah,, sungguh dahsyatnya Dia!
Setiap malam, di saat yg kudengar hanya sbuah teriakan orang-orang yg mengandung bulir-bulir penderitaan, aku dan Dia masih duduk di pelataran fana ini.
Tak terasa sangat lama kita di situ, akhirnya kami sepakat tuk pergi dan hendak kembali lagi ke sini esok harinya.,
Ya!
kembali kesini !


Malam yg di tunggu tiba,, rasa bahagia dgn senyum yg terulas di bibir ini, ku semangat tuk ketemu dgn-Nya!
Saat-saat itu, aku sungguh mengaguminya..
Dia yang meberiku sebuah kata "Semangat" , tak henti-hentinya menaruh kata itu di jiwa ini.



Sekarang, dalam senja yg memilukan, diriku merindukan-Nya, sangat merindukan-Nya.
Ku coba teriakan Nama-Nya yg indah itu.
Tapi..
Sseorang yg dinamakan Tuhan itu tak jua datang..

Aku mencari-Nya kesana kemari, tp tak juga diri ini menemukan-Nya.

Sang Durjana.!

Dalam benakku, terlintas pemikiran yg tiada arti : "Mungkin Dia sedang sibuk. Besok kan ku tunggu Dia sini lagi."

Tanpa brpikir panjang pun, ku langkahkan kaki ini meninggalkan tempat favorit kita berdua..

Dua hari kemudian, ku telusuri tempat yg sama, tapi apa??
Seseorang yg dinamakan Tuhan itu, masih tak jua datang...

Mungkinkah Dia memalingkan wajah-Nya dariku?

Kini, tinggal lah diriku di sini

sendiri!!

Tak bosan-bosannya aku menunggu kedatangan-Nya di sini,

Sepi, sunyi, gelap, tak ada seseorangpun, hanyalah rasa pedih, perih, sakit, yg mememani aku di pelataran fana ini!

Ya, di balik cermin kengeriaan, di tebing curam, terlihat seseorang yg tlah lapuk,
Ya, di sinilah aku!
aku Sang Durjana!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar